Pemkab Bogor Perkuat PUG, ASN Didorong Terapkan Perspektif Gender

DETAKBOGOR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperkuat pemahaman Aparatur Sipil Negara (ASN) tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang adil, inklusif, dan setara.

Penguatan PUG ASN Kabupaten Bogor dilakukan melalui Webinar Pengembangan Kompetensi ASN 2026 bertajuk “Pengarusutamaan Gender bagi ASN: Dari Pemahaman Dasar Menuju Implementasi dalam Pembangunan”.

Kegiatan tersebut digelar secara daring melalui Zoom Meeting dan live streaming YouTube BKPSDM Kabupaten Bogor. Webinar juga didukung melalui LMS Siabangtampan.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bogor, Sussy Rahayu Agustini, mengatakan PUG bukan sekadar membahas kesetaraan perempuan dan laki-laki.

Menurutnya, PUG merupakan strategi untuk mengintegrasikan perspektif gender dalam seluruh proses pembangunan.

“Pengarusutamaan gender atau strategi untuk mengintegrasikan perspektif gender ke seluruh proses pembangunan tidak hanya dalam pembangunan saja, tetapi lingkungan ASN juga harus berfokus pada budaya yang adil, setara, dan inklusif bagi seluruh pegawai, baik perempuan maupun laki-laki,” ujar Sussy.

PUG Harus Masuk dalam Proses Pembangunan

Sussy menjelaskan, penerapan PUG mencakup perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi pembangunan.

BACA :  Pakaian Adat Warnai HUT ke-81 RI di Kabupaten Bogor, Pesan Persatuan Makin Kuat

Karena itu, seluruh ASN perlu memahami PUG agar konsep tersebut dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Sussy, tantangan pemerintah ke depan adalah memastikan perspektif gender tidak berhenti pada pemahaman teori. PUG harus menjadi bagian dari budaya kerja dan proses pengambilan kebijakan.

“Pemahaman dasar mengenai konsep ini harus bisa diaplikasikan dalam kegiatan instansi dan pelaksanaan tugas ASN,” jelasnya.

Ia juga mendorong ASN mengevaluasi setiap program dan kegiatan menggunakan perspektif gender.

Hal itu mencakup akses, keterlibatan, kontrol, serta manfaat yang diterima perempuan dan laki-laki.

“Pertanyaannya, siapa yang mendapatkan program atau kegiatan, aksesnya seperti apa, siapa yang memiliki kontrol atau kewenangan untuk mengatur kegiatan maupun program tersebut, dan siapa yang mendapatkan manfaatnya. Ini yang perlu kita lihat bersama,” tegas Sussy.

Dorong Pelayanan Publik yang Setara

Pemkab Bogor berharap penguatan perspektif gender di lingkungan ASN dapat mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih adil dan inklusif.

Peserta webinar dari perwakilan Diskominfo Kabupaten Bogor, Agnes Abidin, menyambut positif kegiatan tersebut.

BACA :  Rereongan Menguat, Zulfikri Dukung Hilal Firmansyah Jadi Ketua Kadin Bogor

Ia menilai materi PUG memberikan pemahaman bahwa perspektif gender perlu diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

“Webinar ini memberikan pemahaman bahwa pengarusutamaan gender bukan hanya tentang perempuan dan laki-laki, tetapi bagaimana kita memastikan setiap kebijakan, program, dan pelayanan dapat memberikan kesempatan dan manfaat yang adil bagi seluruh masyarakat,” ungkap Agnes.

Ia berharap pengetahuan tersebut dapat diterapkan di setiap lingkungan kerja. Dengan demikian, semakin banyak ASN yang mampu menerapkan perspektif responsif gender dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.***

Tags: , , , ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya