Pemkab Bogor Perkuat Integrasi Data Lewat SPLP, Pelayanan Publik Ditarget Makin Cepat

DETAKBOGOR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperkuat integrasi aplikasi dan data antarperangkat daerah melalui Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP).

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi digital pemerintahan untuk meningkatkan kecepatan dan efisiensi pelayanan publik.

Upaya tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) SPLP yang digelar di Kecamatan Sukaraja, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan ini digelar atas arahan Bupati Bogor sebagai upaya mendorong penerapan interoperabilitas sistem di lingkungan Pemkab Bogor.

Mewakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor, Sekretaris Diskominfo, Ilham mengatakan, Bimtek lanjutan SPLP menjadi momentum untuk mendorong transformasi digital dari tahap pemahaman menuju penerapan nyata.

“Transformasi digital pemerintahan tidak berhenti pada pemahaman konsep. Penerapannya harus memberikan manfaat langsung bagi pelayanan masyarakat,” ujar Ilham.

Menurutnya, interoperabilitas memungkinkan aplikasi, sistem, dan data antarperangkat daerah saling terhubung dan bertukar informasi secara terpadu.

Integrasi tersebut juga diperlukan untuk menghindari silo aplikasi. Kondisi itu terjadi ketika aplikasi setiap perangkat daerah berjalan sendiri tanpa konektivitas dengan sistem lainnya.

BACA :  Kurangi Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Damkar Bogor Semprot Jalan di 11 Wilayah

Integrasi Data Pangkas Duplikasi Sistem

Ilham menjelaskan, integrasi data dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan informasi. Sistem yang terhubung dapat mengurangi duplikasi aplikasi dan mencegah penginputan data secara berulang.

Selain itu, pertukaran informasi antarperangkat daerah dapat berlangsung lebih cepat. Namun, keberhasilan penerapan SPLP membutuhkan komitmen seluruh perangkat daerah.

“Diskominfo Kabupaten Bogor tidak dapat bekerja sendiri. Keberhasilan penerapan SPLP sangat bergantung pada komitmen seluruh perangkat daerah,” katanya.

Setiap perangkat daerah diminta menyediakan data berkualitas. Mereka juga perlu menyiapkan spesifikasi teknis dan Application Programming Interface (API) yang siap diintegrasikan.

Aspek keamanan sistem juga menjadi perhatian dalam proses integrasi tersebut.

SPLP Dukung Pelayanan Informasi Publik

Ilham menilai integrasi sistem akan berdampak langsung terhadap pelayanan informasi publik.

Selama data belum terintegrasi, petugas harus berkoordinasi dengan perangkat daerah pemilik data.

Ia mencontohkan permintaan informasi mengenai jumlah penduduk atau nilai investasi di Kabupaten Bogor.

Data tersebut berada pada perangkat daerah sektoral sehingga membutuhkan koordinasi sebelum informasi diberikan kepada masyarakat.

BACA :  Jadi Tuan Rumah Porprov Jabar 2026, Drum Band Kota Bogor Bidik 3 Emas

Dengan SPLP Pemkab Bogor yang terintegrasi, proses tersebut diharapkan berlangsung lebih cepat.

Petugas dapat mengakses data melalui sistem tanpa harus menghubungi perangkat daerah satu per satu.

“Seandainya aplikasi dan data sudah terintegrasi dengan baik, kita cukup membuka sistem dan mengakses data yang tersedia. Setelah itu, informasi dapat diberikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ilham berharap Bimtek SPLP menghasilkan langkah konkret di setiap perangkat daerah. Masing-masing perangkat daerah diharapkan menentukan layanan prioritas yang siap diintegrasikan.

Perangkat daerah juga diminta menyiapkan spesifikasi teknis, API, serta melakukan pengujian integrasi melalui SPLP secara bertahap.

“Kita ingin melanjutkan apa yang telah dimulai, memperbaiki berbagai kendala, serta memperluas integrasi layanan digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor,” tuturnya.

Penguatan SPLP menjadi bagian dari upaya Pemkab Bogor membangun ekosistem pemerintahan digital yang terintegrasi, aman, cepat, dan efisien.

Melalui integrasi tersebut, pelayanan pemerintahan diharapkan semakin efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.***

Tags: , , , ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya