Rereongan Menguat, Zulfikri Dukung Hilal Firmansyah Jadi Ketua Kadin Bogor

DETAKBOGOR.COM – Dukungan terhadap Hilal Firmansyah untuk menjadi Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor periode 2026-2031 mulai menguat. Salah satunya datang dari pengusaha muda dan kader Gapensi, Zulfikri.

Zulfikri menilai Hilal memiliki pengalaman organisasi dan gaya kepemimpinan yang dinilai mampu membawa Kadin Kabupaten Bogor lebih solid.

Ia pun menyatakan dukungannya setelah tiga calon ketua mengembalikan formulir pendaftaran.

Ketiga nama tersebut yakni Ridwan Rusliandy, Sulhaji Jompa, dan Hilal Firmansyah. Pengembalian formulir calon ketua Kadin Bogor ditutup pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Menurut Zulfikri, Hilal menjadi pilihan karena memiliki latar belakang yang jelas serta pengalaman memimpin sejumlah organisasi.

“Dari tiga bakal calon, saya semakin mantap memilih Aa Hilal Firmansyah. Saya dan rekan-rekan anggota Kadin melihat beliau memiliki pengalaman serta gaya memimpin yang mumpuni,” kata Zulfikri kepada Jurnal Bogor, Senin (31/8/2026).

Zulfikri bahkan mengaku siap menggunakan dana pribadi untuk mendukung aktivitas pemenangan Hilal Firmansyah dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) Kadin Bogor.

Pengusaha konstruksi dan hotel yang juga bergerak dalam penyewaan alat berat itu menyebut dukungan tersebut merupakan bentuk keseriusannya memenangkan Hilal.

BACA :  Tour de Malasari dan Mimpi Rudy Susmanto Membuka Gerbang Wisata Baru di Wilayah Barat Kabupaten Bogor

“Tidak apa-apa saya merogoh kocek sendiri demi kemenangan Aa Hilal menjadi Ketua Kadin Kabupaten Bogor. Sesuai moto Aa Hilal, rereongan atau babarengan, termasuk dalam bentuk sumbangan materi,” ujarnya.

Ia menilai semangat rereongan atau gotong royong menjadi nilai penting dalam kepemimpinan organisasi.

Rereongan Dinilai Bisa Jaga Kepemimpinan Kadin

Zulfikri mengatakan tradisi rereongan yang hidup dalam masyarakat Sunda memiliki makna penting dalam kepemimpinan.

Prinsip tersebut dinilai dapat membuat seorang pemimpin tetap mengingat dukungan anggota setelah terpilih.

Menurut dia, pemimpin Kadin Bogor nantinya harus mampu menjaga kebersamaan dengan seluruh anggota. Kepemimpinan tidak boleh hanya bertumpu pada satu pihak.

“Tradisi rereongan jangan sampai hilang. Pemimpin yang terpilih harus ingat bahwa ada banyak sumbangsih orang lain di balik kemenangannya. Karena itu, memimpinnya harus tetap bersama-sama dengan para anggota,” tandas pria yang akrab disapa Koko Zul tersebut.

Muskab Kadin Bogor menjadi momentum penting bagi dunia usaha di Kabupaten Bogor untuk menentukan sosok yang akan memimpin organisasi tersebut selama lima tahun ke depan.***

Tags: , , , ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya