Gerakan korvei massal yang diinisiasi Bupati Bogor Rudy Susmanto di sepanjang Jalan Raya Jakarta–Bogor patut diapresiasi sebagai upaya membangun kembali budaya gotong royong yang mulai memudar.
Langkah ini menunjukkan bahwa persoalan kebersihan tidak hanya dipandang sebagai tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Namun, dari perspektif analisis kebijakan publik, keberhasilan program ini tidak akan ditentukan oleh besarnya jumlah peserta korvei, melainkan oleh keberlanjutan kebijakan yang menyertainya.
Aksi bersih-bersih selama satu atau dua hari memang mampu memperbaiki wajah kota secara cepat, tetapi tanpa sistem yang kuat, kondisi tersebut berpotensi kembali seperti semula.
Pemerintah Kabupaten Bogor menghadapi tantangan besar. Dengan wilayah yang terdiri atas 40 kecamatan, ratusan desa, dan belasan kelurahan, pendekatan berbasis kegiatan insidental tidak cukup.
Dibutuhkan tata kelola kebersihan yang terukur, mulai dari pengelolaan sampah berbasis sumber, peningkatan sarana prasarana, pengawasan ruang publik, hingga penegakan aturan terhadap pelanggaran pemanfaatan fasilitas umum.
Pernyataan Bupati yang mengedepankan pendekatan persuasif kepada pelaku usaha merupakan langkah yang tepat. Penataan kawasan tidak boleh mengorbankan aktivitas ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah juga harus tegas terhadap bangunan yang melanggar aturan dan mengganggu hak pengguna jalan. Keseimbangan antara kepastian hukum dan perlindungan ekonomi menjadi kunci keberhasilan penataan kota.
Instruksi kepada camat, kepala desa, lurah, RT, dan RW untuk tidak menunggu komando juga merupakan sinyal perubahan pola pemerintahan.
Kebijakan ini mendorong kepemimpinan di tingkat lokal agar lebih proaktif menyelesaikan persoalan lingkungan. Jika konsisten diterapkan, budaya menunggu instruksi dapat berubah menjadi budaya inisiatif.
Meski demikian, semangat gotong royong tidak boleh hanya dibebankan kepada masyarakat. Pemerintah tetap memiliki tanggung jawab menyediakan sistem pendukung, seperti armada pengangkut sampah yang memadai, tempat pembuangan sementara yang layak, drainase yang berfungsi, serta edukasi lingkungan secara berkelanjutan.
Gotong royong akan berjalan efektif apabila didukung pelayanan publik yang baik.
Gerakan korvei juga sebaiknya dilengkapi dengan indikator kinerja yang jelas. Misalnya, penurunan volume sampah liar, berkurangnya bangunan di atas fasilitas umum, meningkatnya ruang hijau, serta tingkat partisipasi masyarakat.
Dengan indikator tersebut, keberhasilan program dapat diukur secara objektif, bukan hanya berdasarkan dokumentasi kegiatan.
Pada akhirnya, gerakan yang dimulai di Jalan Raya Jakarta–Bogor dapat menjadi titik awal perubahan budaya jika diikuti dengan kebijakan yang konsisten, pengawasan berkelanjutan, serta partisipasi aktif masyarakat.
Kebersihan bukan sekadar persoalan estetika, tetapi mencerminkan kualitas tata kelola pemerintahan dan tingkat kesadaran warga.
Jika semangat gotong royong berhasil diinstitusionalisasikan menjadi budaya kerja pemerintah dan kebiasaan masyarakat, Kabupaten Bogor tidak hanya akan memiliki lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga fondasi sosial yang lebih kuat dalam mendukung pembangunan daerah.***(Opini)
Ditulis oleh: Bang Zack
Tags: Gotong royong Kabupaten Bogor, Jalan Raya Jakarta Bogor, kebersihan lingkungan Bogor, korvei massal Bogor, Rudy Susmanto
Baca Juga
-
Berita.Headline
Ribuan Jamaah Hadiri Tabligh Akbar UAS, Bupati Bogor Rudy Susmanto Serukan Doa Bersama
-
Berita.Headline.politik
Rudy Susmanto Raih Suara Tertinggi Pemilu 2024 DPRD Kabupaten Bogor
-
Berita.Headline
Maryati Dona Hasanah Terpilih Sebagai Ketua Kadin Kota Bogor Periode 2025-2030
-
Berita.Headline
Ketua KORMI Rike Iskandar Dukung Usulan Ketua DPRD Bangun Masjid di Stadion Pakansari
-
Berita.Headline
Gebrakan Bupati Bogor! Bagikan Bantuan 42 Traktor dan 100 Ton Benih Dukung Revolusi Pertanian
-
Berita.Headline
Bachril Bakri Tinjau Lokasi Bencana di Cisarua, Janji Perbaiki TPT untuk Cegah Luapan Air
Rekomendasi lainnya
-
Berita.Headline
Jaga Stabilitas Harga BBM Indonesia, Bupati Bogor Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo
-
Berita.Headline
Pemkab Bogor Bahas Solusi Pengelolaan Wisata Gunung Bunder dan Gunung Sari, Wabup Jaro Ade Tekankan Kelestarian dan Infrastruktur
-
Berita.Headline
Targetkan Stunting Turun Signifikan, Ini Langkah Nyata Pemkot Bogor
-
Berita.Headline
Pemkab Bogor Raih Opini WTP dari BPK RI
-
Berita.Headline
Kabupaten Bogor Darurat Sampah, Pj Bupati Asmawa Tosepu: Butuh Solusi Segera
-
Berita.Headline
Tim IGA Sambangi Bogor, Inovasi NGUPAHAN hingga SiGardaMas Jadi Sorotan






















