Dari Balik Perkebunan Teh, SDN Cikoneng Tembus Hingga Asia Tenggara

DETAKBOGOR.COM – SD Negeri Cikoneng, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, menunjukkan perkembangan signifikan. Sekolah yang berada di kawasan perkebunan teh itu kini mengikuti program pendidikan hingga tingkat Asia Tenggara.

Capaian tersebut menjadi bagian dari pengembangan kualitas pendidikan yang dilakukan SDN Cikoneng. Sekolah juga mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam pembenahan sarana dan prasarana pendidikan.

Kepala SDN Cikoneng, Didi Suwardi, mengatakan sekolahnya menjadi salah satu perwakilan Indonesia dalam kegiatan SEAMEO SEPS tingkat Asia Tenggara hingga Agustus 2026.

“Dan kami juga menjadi salah satu sekolah binaan Gerakan Sekolah Sehat Regional II Provinsi Jawa Barat,” kata Didi.

Berawal dari Keterbatasan Fasilitas

SDN Cikoneng berada di Kampung Cikoneng, Perkebunan Ciliwung. Lokasinya sekitar delapan kilometer dari jalur Puncak-Telaga Warna.

Sebagian besar peserta didiknya merupakan anak-anak pekerja perkebunan teh. Kondisi geografis dan keterbatasan fasilitas menjadi tantangan dalam memberikan layanan pendidikan.

Didi mengatakan kondisi sekolah mulai berubah setelah dirinya dipercaya menjadi kepala sekolah pada 2023.

“Pertama datang ke Cikoneng, yang paling saya ingat adalah kondisi minimnya sarana dan prasarana. Tempat belajar kurang representatif dan sarana pembelajaran sangat terbatas,” ujarnya.

BACA :  HUT ke-81 RI di Bogor: Rudy Susmanto Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Karya Nyata

Pemkab Bogor kemudian memberikan dukungan melalui pembenahan sarana dan prasarana sekolah. Perbaikan tersebut juga mencakup kelengkapan fasilitas pembelajaran.

“Alhamdulillah satu tahun pertama kami rehab sekolah melalui Sarpras Dinas Kabupaten, juga kelengkapan sarana belajar,” katanya.

Potensi Sekolah Jadi Kekuatan

Setelah fasilitas mulai dibenahi, SDN Cikoneng mengembangkan berbagai program untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Didi mengajak guru, orang tua, masyarakat dan stakeholder sekitar untuk terlibat dalam pengembangan sekolah. Potensi lingkungan perkebunan juga diarahkan menjadi bagian dari kekuatan sekolah.

Menurutnya, keterbatasan lokasi tidak boleh membatasi kreativitas dan prestasi sekolah.

“Saya berusaha mengajak teman-teman guru menggali seluruh potensi, baik potensi pribadi maupun lingkungan masyarakat, untuk menjadi kekuatan besar bagi kemajuan sekolah,” tuturnya.

Selain program pendidikan, SDN Cikoneng juga memperkuat budaya literasi. Didi turut aktif menulis dan menghasilkan sejumlah karya untuk mengembangkan kompetensi sekaligus mendorong budaya membaca dan menulis di lingkungan sekolah.

Ia berharap perkembangan SDN Cikoneng dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Kecamatan Cisarua.

BACA :  Bupati Bogor Dorong DWP Perkuat Peran Organisasi

“Saya hanya ingin menunjukkan bahwa di sekolah-sekolah yang dikatakan kecil pun kita bisa berkembang lebih baik,” katanya.

Didi menegaskan, sekolah unggulan tidak selalu ditentukan oleh kelengkapan fasilitas. Menurutnya, kemampuan sekolah mengembangkan potensi dan memberi dampak positif bagi lingkungan juga menjadi ukuran penting.

“Unggulan bukan berarti harus serba unggul. Barangkali bisa menjadi contoh bagi pengelola sekolah lainnya tentang apa yang bisa dikembangkan di sekolah masing-masing,” pungkasnya.***

Tags: , , , ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya