OPINI
DETAKBOGOR – Debu jalanan yang biasanya beterbangan dari lalu lalang truk tambang kini mulai jarang terlihat di Rumpin dan Parungpanjang, Kabupaten Bogor.
Namun di balik berkurangnya aktivitas itu, ada cerita lain yang tak kalah pekat: tentang dapur yang mulai dingin dan harapan yang menggantung.
Sejak Pemerintah Provinsi Jawa Barat menutup aktivitas tambang di wilayah barat Kabupaten Bogor, ribuan warga kehilangan sumber penghidupan utama mereka.
Bagi sebagian orang, tambang bukan sekadar pekerjaan melainkan satu-satunya cara bertahan hidup.
“Biasanya saya narik dump truck tiap hari, sekarang sudah tidak ada lagi,” ujar seorang warga Parungpanjang, menggambarkan perubahan drastis yang ia alami dalam hitungan bulan.
Penutupan tambang dilakukan sebagai bagian dari penertiban yang difokuskan pada aspek legalitas dan dampak lingkungan. Namun kebijakan itu menghadirkan dilema.
Di satu sisi, kerusakan lingkungan memang menjadi persoalan lama. Di sisi lain, ketergantungan ekonomi warga terhadap tambang tak bisa dipungkiri.
Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor berupaya mengambil posisi penyeimbang.
Pemkab Bogor mendorong agar tambang yang telah memiliki izin resmi dapat kembali beroperasi, dengan pengawasan yang lebih ketat.
Namun, harapan warga tak hanya soal dibukanya kembali tambang. Mereka juga menyoroti janji kompensasi dari Gubernur Jawa Barat.
Bantuan sebesar Rp3 juta per bulan bagi warga terdampak dinilai belum terealisasi secara optimal dan jauh dari harapan.
Bagi pemerintah daerah, persoalan ini bukan sekadar soal tambang, tetapi menyangkut stabilitas sosial.
Hilangnya pekerjaan memicu efek berantai, mulai dari meningkatnya utang warga, potensi kriminalitas, hingga anak-anak yang terancam putus sekolah.
“Yang kami butuhkan bukan sekadar penutupan, tapi solusi,” kata seorang tokoh masyarakat di Rumpin.
Aksi unjuk rasa pun menjadi cara warga menyuarakan kegelisahan. Mereka menuntut agar tambang legal dibuka kembali, sekaligus meminta kejelasan terkait bantuan yang dijanjikan pemerintah.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas pertambangan di kawasan tersebut.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pengelolaan tambang ke depan tidak lagi menimbulkan kerusakan lingkungan yang berkepanjangan.
Polemik pun tak terelakkan. Perbedaan pendekatan antara pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi garis yang membelah kepentingan: antara menjaga alam dan menyelamatkan ekonomi warga.
Di tengah tarik-menarik kebijakan itu, masyarakat berada di posisi paling rentan. Mereka menunggu keputusan yang tak hanya tegas, tetapi juga berpihak.
Kini, Rumpin dan Parungpanjang seolah berada di persimpangan. Apakah tambang akan kembali beroperasi dengan wajah baru yang lebih tertata, atau justru berhenti selamanya dengan konsekuensi sosial yang harus ditanggung bersama.
Yang jelas, bagi warga, persoalan ini bukan sekadar kebijakan. Ini tentang hidup hari ini dan esok hari.***
Penulis: Zack
Tags: dampak penutupan tambang, konflik tambang Jawa Barat, krisis ekonomi warga tambang, tambang Rumpin Parungpanjang, warga terdampak tambang Bogor
Baca Juga
-
Berita.Headline
Pemkab Bogor Gandeng Pesantren dan DKM Bentengi Generasi Muda dari Narkoba
-
Berita.Headline
Hari Bhayangkara ke-79: Lomba Mancing Polres Bogor Diserbu Warga
-
Berita.Headline
Ketua DPRD Sastra Winara Pantau Makan Bergizi Gratis di SDN Babakan Madang 03
-
Berita.Headline
Dishub dan Polres Bogor Aktifkan Kembali Lampu Merah di Simpang Pasar Cibinong, Ini Tujuannya
-
Berita.Headline
Kepolisian Resor Bogor Kembali Akan Gelar Program Mudik Gratis untuk Lebaran Idul Fitri 1445 H
-
Berita.Berita Pilihan.Headline
Tegas! Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu Instruksikan Sistem Kerja Baru ASN
Rekomendasi lainnya
-
Berita.Headline
Bogor Sukses Gelar Hari Peternakan Nasional 2025, Tampilkan Inovasi dan Kontes Domba Nasional
-
Berita.Headline
Pemkab Bogor Buka Pendaftaran Online PKL Car Free Day Tegar Beriman, Gratis Tanpa Pungli
-
Berita.Headline
Pemkab Bogor Siapkan Skema Pilkades Serentak 2028, Ratusan Kades Berakhir Masa Jabatan
-
Berita.Headline
Kabogorbus Masuk Tahap Evaluasi, Rudy Susmanto Siapkan Transportasi Ramah Lingkungan 2027
-
Berita.Headline
Pemkab Bogor Wajibkan Uji Emisi Kendaraan Dinas, Bupati Rudy: Pastikan Layak Jalan Sebelum Operasional
-
Berita.Headline
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto Salurkan Bantuan Kampung Ramah Lingkungan di Pamijahan





















