93 Inovasi Pelajar Warnai Kompetisi Inovasi Bogor 2026

DETAKBOGOR.COM – Sebanyak 93 inovasi karya pelajar SMP dan SMA/SMK masuk Seleksi Tahap III Kompetisi Inovasi Daerah Kabupaten Bogor 2026. Karya tersebut menjadi bagian dari 248 inovasi yang lolos ke tahap penilaian.

Seleksi digelar Bapperida Kabupaten Bogor selama tiga hari, yakni Senin (24/8), Rabu (26/8), dan Kamis (27/8). Kegiatan berlangsung di Kantor Bapperida Kabupaten Bogor.

Kompetisi Inovasi Daerah Kabupaten Bogor tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-11.

Ajang tersebut pertama kali digelar pada 2016 sebagai ruang untuk mendorong riset, kreativitas, dan inovasi di Kabupaten Bogor.

Pelajar Hadirkan Solusi dari Masalah Sekitar

Kepala Bapperida Kabupaten Bogor Bam Bam Setia Aji melalui Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Ratna Pratini mengapresiasi keterlibatan pelajar.

Menurutnya, tingginya partisipasi pelajar menunjukkan budaya inovasi mulai berkembang di lingkungan pendidikan.

“Kompetisi ini bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga tentang belajar melihat masalah dan berani menghadirkan solusi,” kata Ratna.

Ia meminta peserta menjelaskan persoalan yang ingin diselesaikan, cara kerja inovasi, serta manfaat yang dihasilkan.

BACA :  Tour Malasari Halimun Salak 2026 Siap Uji Nyali Rider dari 18 Provinsi di Trek Ekstrem Bogor

Presentasi di hadapan dewan juri juga menjadi ruang bagi pelajar untuk mengasah kemampuan menyampaikan gagasan. Peserta sekaligus belajar menerima pertanyaan dan masukan.

Ratna berharap kreativitas peserta tidak berhenti setelah kompetisi selesai.

“Teruslah mencoba, berkarya, dan berinovasi. Dari ide sederhana hari ini bisa lahir perubahan besar di masa depan,” ujarnya.

248 Inovasi Lolos Seleksi Tahap III

Bapperida mencatat 252 inovasi mendaftar dalam Kompetisi Inovasi Daerah Kabupaten Bogor 2026. Sebanyak 248 inovasi melanjutkan ke Seleksi Tahap III.

Dari jumlah tersebut, kategori pelajar SMP menyumbang 50 inovasi. Sementara pelajar SMA/SMK menyumbang 43 inovasi.

Peserta lainnya berasal dari enam kategori. SKPD mengirim 32 inovasi, kecamatan 21 inovasi, dan masyarakat 26 inovasi.

Selanjutnya, puskesmas menyumbang 42 inovasi. Perguruan tinggi mengirim 15 inovasi dan Duta Inovasi Desa sebanyak 19 inovasi.

Keberagaman peserta menunjukkan ekosistem inovasi Kabupaten Bogor tumbuh di berbagai sektor.

Inovasi tidak hanya muncul dari pemerintahan, tetapi juga pendidikan, kesehatan, masyarakat, perguruan tinggi, dan desa.

BACA :  Rudy Susmanto Jemput Bendera Pusaka Di Malasari, Kobarkan Kembali Semangat Perjuangan

Bapperida mendorong seluruh inovasi terus dikembangkan setelah kompetisi. Karya peserta diharapkan mampu diterapkan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Khusus pelajar, kompetisi ini menjadi ruang untuk mengenali persoalan, merancang solusi, dan menyampaikan gagasan.

Dari proses tersebut, ide kreatif diharapkan berkembang menjadi inovasi yang berdampak bagi Kabupaten Bogor.***

 

Tags: , , , ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya