KOTA BOGOR| Detak Bogor – KONI Kota Bogor mematangkan persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 dengan menargetkan raihan 100 medali emas.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh KONI Kota Bogor adalah menggelar tes fisik ketat terhadap 596 atlet yang diproyeksikan tampil pada ajang tersebut, sebagai bagian dari seleksi akhir sebelum keberangkatan.
Tes fisik KONI Kota Bogor dilaksanakan dalam empat sesi berbeda, menyesuaikan karakteristik cabang olahraga (cabor). Kegiatan dimulai pada 7–8 Februari di Aula KONI Kota Bogor, kemudian dilanjutkan pada 16–17 Februari di Indoor A.
Metode pengujian dibuat spesifik untuk memastikan setiap atlet memiliki kesiapan fisik optimal sesuai kebutuhan cabor masing-masing.
Wakil Ketua I KONI Kota Bogor, Yudi Wahyudi, mengatakan materi tes fisik disusun berdasarkan komponen kebutuhan fisik tiap cabor.
Ada cabang yang menjalani delapan item pengujian, lima item, tiga item, hingga empat item.
“Tes fisik disesuaikan dengan karakteristik cabang olahraga. Setiap cabor punya kebutuhan kondisi fisik yang berbeda,” ujar Yudi kepada wartawan, Sabtu (7/2/2026).
Ia menjelaskan, sesi pertama pada 7 Februari diikuti 15 cabor kategori terukur. Sesi kedua pada 8 Februari diikuti 15 cabor beladiri.
Selanjutnya, sesi ketiga pada 16 Februari melibatkan 14 cabor kombinasi terukur dan permainan, sedangkan sesi terakhir pada 17 Februari diikuti 12 cabang olahraga beregu.
Menurut Yudi, hasil tes fisik menjadi penentu utama keberangkatan atlet ke Porprov Jabar.
Atlet dengan nilai baik dipastikan berangkat, sementara yang mendapat nilai cukup masih akan dipertimbangkan. Sedangkan atlet dengan nilai rendah otomatis terdegradasi.
“Dari total atlet yang ikut tes, tidak semuanya akan diturunkan di Porprov. Ini seleksi ketat untuk memastikan kualitas tim,” katanya.
Ia menambahkan, pengalaman Porprov sebelumnya menunjukkan penyusutan jumlah atlet yang signifikan setelah tes fisik. Dari data awal 1.301 atlet, hanya 447 yang akhirnya diberangkatkan.
Untuk Porprov kali ini, jumlah atlet awal tercatat 1.336 orang, lalu menyusut menjadi 1.074, kemudian 831 atlet, dan saat ini tersaring sementara menjadi 596 atlet.
Yudi menegaskan, degradasi tidak hanya berlaku bagi atlet yang nilainya rendah. Atlet potensial pun tetap berpeluang tersisih apabila tidak memenuhi standar fisik yang ditetapkan tim pelatih dan penguji.
“Semua murni berdasarkan hasil tes. Standarnya objektif demi target prestasi,” ujarnya.***
Tags: KONI Kota Bogor, Porprov Jabar, seleksi atlet Bogor, target 100 emas, tes fisik atlet
Baca Juga
-
Berita.Headline
Rudy Susmanto Ungkap Rencana Besar Layanan Haji dan Umrah di Bogor
-
Berita.Headline
SMAN 2 Cibinong Raih Juara Utama II Lomba PBB Lakarja 2024
-
Berita.Headline
Peran Sosial PKK Diperkuat, Eva Rudy Susmanto Ajak Kader Ikhlas Mengabdi
-
Berita.Headline
Rudy Susmanto Rotasi 21 Pejabat Pemkab Bogor, Targetkan Pelayanan Publik Lebih Gesit
-
Berita.Headline
BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Klaim Jaminan Kematian kepada Ahli Waris Penyuluh Pertanian Swadaya
-
Berita.Headline
Bupati Bogor Ajak Warga Meriahkan CFD Tegar Beriman, Hadirkan Zona Kuliner dan Ruang Kreatif
Rekomendasi lainnya
-
Headline.Lifestyle
Yo Sobat Muda Bogor Upgrade Skill, Kartu Prakerja Gelombang 67 Udah Dibuka
-
Berita.Headline
Bimtek Pengelolaan Website, Pemkab Bogor Percepat Implementasi Desa Cerdas
-
Berita.Headline
Bupati Bogor Rudy Susmanto Bantu Novi, Pengamen Cilik Viral dari Bojonggede
-
Berita.Headline
Pj Bupati Bogor Dijadwalkan Resmikan Masjid Rihlatul Jannah Tajurhalang Hari ini
-
Berita.Headline.olahraga
Acep Sajidin Apresiasi Kepercayaan PP Pelti, Lapangan Tenis Kapten Muslihat Pakansari Jadi Tuan Rumah Seleknas KU-14
-
Berita.Headline
Pemkab Bogor Akan Evaluasi Transportasi Angkutan Tambang Pasca Kecelakaan






















