Bogor Siapkan Koridor Strategis 8 Km, Jalan 4 Lajur hingga Sentra Ketahanan Pangan

DETAKBOGOR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyiapkan pembangunan koridor strategis sepanjang 8 kilometer yang mengintegrasikan infrastruktur, ketahanan pangan, tata air, dan pengembangan ekonomi lokal.

Kawasan terpadu ini diharapkan menjadi model pembangunan masa depan sekaligus pusat pertumbuhan baru di Kabupaten Bogor.

Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Bogor, Rudy Susmanto, di Pendopo Bupati Bogor, Jumat (5/6). Pertemuan itu dihadiri jajaran TNI, pegiat lingkungan, serta perangkat daerah terkait.

Salah satu proyek utama yang disiapkan adalah pembangunan jalan penghubung kawasan Tegar Beriman dengan Jalan Bomang (Bojonggede–Kemang) sepanjang 8 kilometer.

Jalan tersebut dirancang menjadi empat lajur guna meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mengurangi kemacetan di sejumlah titik strategis.

Selain itu, Pemkab Bogor juga merencanakan pembangunan fly over di persimpangan utama kawasan tersebut.

Proyek jembatan layang itu ditargetkan mulai dibangun pada 2027 untuk memperlancar arus lalu lintas dan mendukung mobilitas masyarakat.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, pembangunan koridor strategis ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan menggerakkan perekonomian masyarakat.

BACA :  Pemkab Bogor Buka Layanan Publik 100 Jam Nonstop, Warga Bisa Urus Dokumen hingga Dini Hari

Menurutnya, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi etalase potensi unggulan Kabupaten Bogor, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan hingga berbagai aktivitas ekonomi yang tumbuh di sepanjang koridor.

Sebagai bagian dari pengembangan kawasan, Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) akan membangun sejumlah titik tematik yang menampilkan potensi unggulan sektor perikanan dan peternakan yang terintegrasi dengan tata ruang wilayah.

Di sektor ketahanan pangan, Pemkab Bogor menyiapkan lahan seluas 24 hektare untuk dijadikan pusat percontohan pertanian modern atau demplot skala besar.

Program tersebut akan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan TNI sebagai upaya mendukung percepatan swasembada pangan.

Sementara itu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) mendapat tugas membangun fasilitas greenhouse modern untuk pengembangan buah-buahan dan komoditas hortikultura unggulan.

Rudy menyebut kawasan ini akan dikembangkan sebagai laboratorium pertanian modern yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, praktisi hingga masyarakat.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan pengelolaan lahan, teknologi budidaya, dan hasil produksi berjalan optimal serta berkelanjutan.

BACA :  Ketua DPRD Sastra Winara Apresiasi Bogorun 2026: Perkuat Kebersamaan Warga

Untuk mendukung konsep pertanian berkelanjutan, Pemkab Bogor menggandeng praktisi pertanian organik, Jimmy Hantu, sebagai pendamping teknis dalam pengelolaan lahan dan penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan.

Aspek tata air juga menjadi perhatian dalam pengembangan kawasan. Perumda Air Minum Tirta Kahuripan ditugaskan menyiapkan sistem penyediaan air yang mampu mendukung kebutuhan irigasi greenhouse, kawasan perikanan dan peternakan, serta lahan pertanian percontohan.

Rudy menegaskan seluruh program harus berjalan secara terintegrasi agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi harus saling mendukung untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Pemkab Bogor menargetkan koridor strategis 8 kilometer ini menjadi pusat pertumbuhan baru yang mampu memperkuat konektivitas wilayah, meningkatkan produktivitas pangan, membuka peluang usaha, dan mendorong pemerataan pembangunan di Kabupaten Bogor.***

Tags: , , , ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya