Tingginya Kepuasan Publik Jadi Modal Politik Rudy Susmanto, Ekonomi dan Penganggaran Jadi Tantangan

“Survei publik memberi gambaran objektif kinerja pemerintah. Namun di balik rapor positif, tantangan ekonomi tetap menjadi pekerjaan rumah Pemkab Bogor”.

Penulis: Muzakkir, S.IP

Hasil survei Indikator Politik Indonesia yang mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Bupati Bogor Rudy Susmanto mencapai 80,3 persen dan Wakil Bupati Ade Ruhandi sebesar 79,3 persen bukan sekadar angka statistik.

Angka tersebut menunjukkan adanya legitimasi sosial yang cukup kuat terhadap pemerintahan Kabupaten Bogor pada tahun pertama masa jabatan.

Dalam kajian politik pemerintahan daerah, tingkat kepuasan di atas 70 persen biasanya dikategorikan sebagai high approval rating, yang menandakan masyarakat merasa kebijakan pemerintah relatif berjalan sesuai harapan publik.

Namun, angka tersebut juga perlu dibaca lebih dalam untuk memahami arah persepsi masyarakat terhadap sektor-sektor pembangunan.

1. Kesehatan dan Pendidikan Jadi “Wajah” Keberhasilan Pemerintah

Salah satu temuan penting survei ini adalah tingginya apresiasi publik terhadap sektor kesehatan (74 persen) dan pendidikan (69 persen). Dua sektor ini merupakan layanan dasar yang paling langsung dirasakan masyarakat.

Tingginya penilaian di sektor kesehatan biasanya berkorelasi dengan beberapa indikator seperti kemudahan akses fasilitas kesehatan, kualitas pelayanan rumah sakit dan puskesmas, serta keberhasilan program kesehatan masyarakat.

Sementara itu, sektor pendidikan sering menjadi indikator stabilitas kebijakan daerah karena berkaitan dengan ketersediaan sekolah, program bantuan pendidikan, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan dasar.

Dalam perspektif kebijakan publik, keberhasilan di dua sektor ini menunjukkan pemerintah daerah relatif berhasil menjaga layanan dasar (basic services) yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

BACA JUGA:  Rudy Susmanto Turun Tangan! Begini Kondisi Cibinong Setelah Kabel Fiber Optik Dipindah ke Bawah Tanah

2. Kepercayaan Publik Tinggi, Modal Politik Empat Tahun ke Depan

Peneliti Bawono Kumoro menyebut tingkat kepuasan di atas 50 persen merupakan ambang batas psikologis bagi stabilitas pemerintahan. Dengan capaian sekitar 80 persen, pemerintahan daerah memiliki modal politik dan sosial yang kuat untuk melanjutkan program pembangunan.

Dalam analisis politik lokal, dukungan publik yang tinggi memiliki beberapa implikasi penting:

Mempermudah pemerintah menjalankan program prioritas

Mengurangi potensi resistensi terhadap kebijakan baru

Meningkatkan kepercayaan investor dan pemangku kepentingan

Dengan kata lain, legitimasi publik yang kuat akan memperbesar ruang gerak pemerintah dalam mengambil keputusan strategis, terutama dalam pembangunan infrastruktur, reformasi birokrasi, hingga pengembangan ekonomi daerah.

3. Ketahanan Bencana dan Partisipasi Publik Mulai Diapresiasi

Survei juga menunjukkan apresiasi publik terhadap program peningkatan ketahanan bencana (67 persen) serta partisipasi masyarakat yang inklusif (62 persen).

Hal ini menarik karena Kabupaten Bogor dikenal sebagai wilayah dengan risiko bencana cukup tinggi, seperti banjir dan longsor di kawasan hulu. Artinya, masyarakat mulai melihat adanya upaya pemerintah dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana.

Selain itu, program partisipasi publik yang menyentuh aspek inklusivitas dan keadilan gender juga menunjukkan adanya pendekatan pembangunan yang lebih partisipatif.

4. Ekonomi Masih Jadi Tantangan Besar

Meski sebagian besar sektor mendapat penilaian positif, survei ini juga menunjukkan sejumlah pekerjaan rumah yang masih perlu perhatian serius, terutama di sektor ekonomi.

Beberapa indikator yang masih berada pada level moderat bahkan rendah antara lain:

Pemerataan pembangunan antar wilayah: 60 persen

BACA JUGA:  Wakil Bupati Bogor Pimpin Pengembalian Sang Saka Merah Putih ke Malasari

Ketahanan pangan: 59 persen

Tata kelola lingkungan hidup: 58 persen

Penurunan kemiskinan: 50 persen

Penurunan pengangguran: 39 persen

Angka pengangguran yang masih rendah tingkat kepuasannya menunjukkan masyarakat belum sepenuhnya merasakan dampak ekonomi dari pembangunan daerah.

Dalam konteks daerah dengan jumlah penduduk besar seperti Kabupaten Bogor, tantangan ekonomi memang lebih kompleks.

Urbanisasi, pertumbuhan penduduk, serta kesenjangan pembangunan antar wilayah menjadi faktor yang memengaruhi persepsi publik terhadap kondisi ekonomi.

5. Tahun Kedua Akan Menjadi Ujian Sesungguhnya

Dalam siklus pemerintahan daerah, tahun pertama biasanya masih didominasi konsolidasi kebijakan dan penataan program. Namun memasuki tahun kedua dan ketiga, publik mulai menilai dampak nyata kebijakan pemerintah terhadap kehidupan sehari-hari.

Artinya, tantangan terbesar pemerintahan Rudy Susmanto ke depan adalah menjaga tingkat kepuasan publik sambil meningkatkan performa di sektor ekonomi, terutama penciptaan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan.

Jika keberhasilan di sektor layanan dasar dapat diimbangi dengan perbaikan ekonomi daerah, maka tingkat kepuasan publik berpotensi tetap stabil bahkan meningkat.

Namun jika sektor ekonomi stagnan, angka kepuasan publik bisa berubah secara cepat karena faktor ekonomi biasanya menjadi indikator utama dalam evaluasi masyarakat terhadap pemerintah.

Kesimpulan

Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa satu tahun pemerintahan Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi mendapatkan respons positif dari masyarakat. Keberhasilan di sektor kesehatan dan pendidikan menjadi fondasi kuat bagi legitimasi pemerintahan.

Namun demikian, tantangan utama tetap berada pada sektor ekonomi, khususnya penurunan pengangguran dan kemiskinan.

Jika pemerintah mampu menjawab tantangan tersebut dalam beberapa tahun ke depan, maka tingkat kepercayaan publik yang tinggi saat ini bisa menjadi pijakan menuju pembangunan daerah yang lebih stabil dan berkelanjutan.***

Tags: , , , ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya