Rudy Susmanto Resmikan Jembatan Kali Jantung, ini Dampak bagi Warga Pabuaran

CIBINONG | Detak Bogor – Rudy Susmanto meresmikan Jembatan Kali Jantung sekaligus menghadiri tasyakuran Majelis Ta’lim Miftakhul Jannah di Kelurahan Pabuaran Mekar, Cibinong, Sabtu (14/2/2026).

Peresmian Jembatan Kali Jantung ini menjadi simbol rasa syukur atas rampungnya pembangunan infrastruktur yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat setempat.

Peresmian Jembatan Kali Jantung tersebut merupakan bagian dari langkah konkret Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memperkuat infrastruktur dasar sekaligus menekan risiko banjir.

Selain jembatan, pembangunan saluran air di kawasan itu diharapkan mampu memperlancar aliran air dan mengurangi potensi genangan yang selama ini dikeluhkan warga.

Menurut Rudy Susmanto, meski jembatan yang diresmikan tidak memiliki bentang panjang, manfaatnya sangat dirasakan masyarakat sekitar.

Infrastruktur tersebut dinilai memberi dampak langsung bagi ratusan kepala keluarga di Kelurahan Pabuaran.

BACA JUGA:  Dinkes Kabupaten Bogor Klarifikasi Keluhan Layanan RSUD KH. Idham Chailid

“Alhamdulillah, hari ini kami bisa hadir bersama Bapak Ibu sekalian dalam acara salah satunya meresmikan jembatan. Jembatan yang saya resmikan hari ini tidak panjang puluhan meter, tidak panjang ratusan meter, tapi jembatan dan saluran air tersebut berdampak besar terhadap ratusan kepala keluarga di Kelurahan Pabuaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Bogor memiliki wilayah yang luas dengan 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan, sehingga berbagai persoalan infrastruktur harus ditangani secara bertahap dan berkelanjutan.

Pemerintah daerah, kata dia, terus memprioritaskan pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Pengalamannya sejak dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Bogor pada akhir 2019 membuatnya memahami persoalan banjir yang berulang di sejumlah wilayah.

BACA JUGA:  Rudy Susmanto Teken MoU Underpass Citayam–Bojonggede, Target Tuntas 2027

Ia menilai, persoalan banjir kerap berlarut karena penyelesaiannya berhenti di tataran administrasi tanpa eksekusi maksimal di lapangan.

“Tiap tahun saya tahu betul, hujan sedikit banjir, hujan sedikit lagi banjir. Permasalahan penanganannya seringkali hanya berhenti pada urusan administrasi. Selesainya di mana, selesainya di komunikasi dan eksekusi di lapangan,” tegasnya.

Saat dipercaya memimpin Kabupaten Bogor, ia menegaskan langsung bergerak mencari solusi konkret sejak hari pertama menjabat.

Penanganan banjir, menurutnya, dilakukan bertahap dengan perencanaan terukur agar hasilnya dapat dirasakan masyarakat luas.

“Karena kewenangan saya dulu terbatas, sekarang ketika diberikan amanah sebagai Bupati, saya tidak pernah lupa. Hari pertama saya langsung mencari solusi penanganan banjir di Bogor. Satu, dua, tiga, kita kerjakan bertahap dan terukur,” ungkapnya.***

Tags: , , , ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya