Reses DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara Serap Aspirasi Warga Parungpanjang, Rumah Sakit hingga Jembatan Jadi Prioritas

DETAKBOGOR.COM – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, memimpin kegiatan Reses Masa Sidang III Anggota DPRD Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) V di Kantor Kecamatan Parungpanjang, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum bagi masyarakat menyampaikan aspirasi yang diharapkan masuk dalam prioritas pembangunan daerah.

Dalam reses DPRD Kabupaten Bogor tersebut, warga mengusulkan berbagai program, mulai dari pembangunan rumah sakit, peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan, layanan kesehatan, pendidikan, perluasan lapangan kerja, pemberdayaan UMKM, hingga penanganan peredaran obat-obatan keras dan terlarang.

Sastra Winara menegaskan, reses merupakan kewajiban konstitusional anggota DPRD untuk menyerap dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat agar dapat direalisasikan melalui program pemerintah daerah.

“Reses adalah tugas anggota dewan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu usulan yang mengemuka adalah pembangunan rumah sakit. Kami akan berkoordinasi dengan PMI Kabupaten Bogor untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut,” ujarnya.

Menurut Sastra, berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat akan menjadi perhatian DPRD Kabupaten Bogor.

Ia menyebut pembangunan jalan dan jembatan, penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, hingga pemberantasan peredaran obat-obatan terlarang membutuhkan sinergi pemerintah bersama aparat penegak hukum.

BACA :  Rudy Susmanto Siapkan Pusat Ekonomi Baru Bogor 2027

“Pemerintah sangat fokus menangani persoalan tersebut. Penanganannya juga melibatkan Polri, TNI, dan seluruh unsur terkait,” katanya.

MUI Usulkan Gedung Dakwah dan BPJS Kesehatan

Dalam forum itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Parungpanjang turut menyampaikan aspirasi terkait peningkatan sarana keagamaan dan kesejahteraan para tokoh agama.

Ketua MUI Kecamatan Parungpanjang, Kyai Jainal Adnan, mengusulkan pembangunan gedung dakwah sebagai pusat kegiatan keagamaan.

Ia juga meminta pemerintah memberikan perlindungan BPJS Kesehatan bagi guru ngaji dan pimpinan pondok pesantren.

“Kami berharap ada pembangunan gedung dakwah di Kecamatan Parungpanjang. Selain itu, guru ngaji dan pimpinan pondok pesantren juga dapat memperoleh fasilitas BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Jembatan Jagabaya Dinilai Strategis

Sementara itu, Ketua Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Parungpanjang, Acep Humaedi, meminta dukungan DPRD Kabupaten Bogor untuk mempercepat pembangunan jembatan penghubung Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang.

Menurutnya, jembatan yang direncanakan berada di Desa Jagabaya itu memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat di dua daerah yang berbatasan langsung.

BACA :  Pakansari Siap Gelar Piala AFF 2026, Rudy Susmanto: Kesiapan Sudah 95 Persen

Acep berharap DPRD Kabupaten Bogor dapat mendorong percepatan realisasi pembangunan karena lokasi tersebut juga telah mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Tangerang.***

Tags: , , , ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya