DETAKBOGOR.COM – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-46 tingkat Kabupaten Bogor akan segera digelar di kawasan wisata Puncak Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, dari tanggal 19 hingga 22 Agustus 2024.
MTQ kali ini membawa semangat baru karena untuk pertama kalinya, perhelatan akbar tersebut akan diadakan di kawasan wisata Puncak Cisarua.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Bogor, Pedri Hariyanto, mengungkapkan bahwa MTQ ke-46 ini menjadi sejarah baru bagi Kabupaten Bogor.
Pemilihan Cisarua sebagai lokasi penyelenggaraan MTQ bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga untuk memanfaatkan potensi besar dari Rest Area Gunung Mas Puncak sebagai pusat kegiatan pemerintahan dan masyarakat.
“Alhamdulillah, kita sekarang memiliki Rest Area Gunung Mas Puncak sebagai pusat kegiatan. Ini adalah sejarah baru kita bisa melaksanakan MTQ di kawasan Puncak Cisarua. Dengan lokasi yang strategis dan terkenal sebagai destinasi wisata, kita juga ingin mempromosikan produk unggulan UMKM yang ada di rest area ini, sekaligus memperkenalkan kawasan Puncak kepada masyarakat luas melalui syiar Islam ini,” ujar Pedri pada Selasa (13/8).
MTQ ke-46 Kabupaten Bogor ini tidak hanya akan menjadi ajang perlombaan tilawatil Qur’an, tetapi juga akan diwarnai berbagai kegiatan seperti Orientasi Dewan Hakim, Pawai Ta’aruf, Pembukaan MTQ, hingga Penutupan MTQ yang dijadwalkan pada 22 Agustus 2024.
Pendaftaran peserta sendiri akan dimulai pada 14-15 Agustus 2024, dengan pusat kegiatan di Masjid Besar Baitul Faidzin.
Camat Cisarua, Heri Risnandar, turut menyampaikan kebanggaannya atas terpilihnya Kecamatan Cisarua sebagai tuan rumah MTQ tahun ini.
Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di Cisarua. Heri optimis kegiatan ini akan berjalan lancar dan sukses, serta menjadi momentum bagi Cisarua untuk lebih dikenal.
“Kami bangga Kecamatan Cisarua terpilih menjadi tuan rumah MTQ ke-46 tingkat Kabupaten Bogor. Bersama seluruh stakeholder, kami telah melakukan berbagai persiapan agar kegiatan ini berjalan dengan lancar dan memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Kegiatan MTQ akan dipusatkan di area parkir Masjid Rest Area Gunung Mas Puncak, dengan rute pawai taaruf yang dimulai dari pintu masuk Gunung Mas hingga mimbar utama MTQ, melintasi jarak sekitar 1,539 kilometer.
Selain itu, terdapat 11 mimbar yang akan digunakan untuk pelaksanaan lomba MTQ, termasuk area landing paralayang, aula kantor Desa Tugu Selatan, Wisma Graha Transportasi Dephub, aula kantor Desa Tugu Utara, aula Wisma Arga Mulya, dan Agrowisata Gunung Mas.
Dengan semua persiapan ini, diharapkan MTQ ke-46 tingkat Kabupaten Bogor dapat menjadi ajang syiar Islam yang lebih meriah dan penuh makna, serta meningkatkan promosi kawasan Puncak sebagai destinasi wisata religi dan budaya.***
Tags: Cisarua, kawasan wisata Puncak, MTQ
Baca Juga
-
Berita.Headline.olahraga
Acep Sajidin Apresiasi Kepercayaan PP Pelti, Lapangan Tenis Kapten Muslihat Pakansari Jadi Tuan Rumah Seleknas KU-14
-
Berita.Headline
Rudy Susmanto Gerakkan TRC Kebersihan Terpadu Mulai Dari Jantung Kota
-
Berita.Headline.politik
Rudy Susmanto Dapat Dukungan dan Restu Ulama Bogor Timur
-
Berita.Headline
Paripurna DPRD Kabupaten Bogor Tetapkan Tiga Perda Strategis dan Penyampaian KUA-PPAS 2026
-
Berita.Headline.olahraga
PESTI Kabupaten Bogor Juara Umum Kejurprov Soft Tennis Jabar 2026, Dominasi Medali di 3 Nomor
-
Berita.Berita Pilihan.Headline
Rudy Susmanto Dinobatkan sebagai Bapak Asuh Disabilitas Kabupaten Bogor
Rekomendasi lainnya
-
Berita.Headline
Kurban Idul Adha Tanpa Plastik, FK3I Desak Pemda di Jabar Terbitkan Surat Imbauan
-
Berita.Headline
Kloter Perdana Haji 2026 Berangkat dari Cibinong, 445 Jemaah Bogor Dilepas Jaro Ade
-
Berita.Headline.olahraga
Bangkitkan Semangat Olahraga! Turnamen PSVI dan KORMI Siap Guncang Stadion Pakansari
-
Headline
Gerhana Matahari Total 8 April 2024 Menyebabkan Bumi Gelap, ini Jadwal dan Wilayah yang Dapat Menyaksikan
-
Berita.Headline
Pj Bupati Bogor Bachril Bakri Ajak Perangkat Daerah ‘Berlari’ Awali Tahun 2025
-
Headline.politik
Baliho Pilkada: Antara Ambisi dan Estetika Kota




















