CIBINONG | Detak Bogor – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menegaskan bahwa pembangunan Pusat Layanan Haji dan Umrah Kabupaten Bogor bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, melainkan sebuah investasi spiritual dan sosial bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Sastra Winara saat meninjau progres pembangunan Masjid Raya Pakansari, Kamis (23/10), bersama Bupati Bogor Rudy Susmanto dan para ulama.
Sastra Winara menilai bahwa pembangunan Masjid Raya Pakansari dan kawasan pendukungnya akan menjadi fondasi penting terbentuknya ekosistem pelayanan haji dan umrah yang modern dan terintegrasi di Kabupaten Bogor.
“Pusat Layanan Haji dan Umrah ini bukan sekadar proyek fisik, tapi investasi spiritual yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat untuk jangka panjang. Ini adalah bentuk nyata komitmen Pemkab Bogor dalam meningkatkan kualitas pelayanan umat,” ujar Sastra.
Ia menambahkan, DPRD Kabupaten Bogor akan terus memberikan dukungan dan pengawasan agar pembangunan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan, yakni rampung seluruhnya pada 2027.
“Kami ingin memastikan proyek ini benar-benar tuntas dan bermanfaat. Bukan hanya megah secara fisik, tapi juga kuat dari sisi fungsi dan pelayanan,” tegasnya.
Sebelumnya, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan bahwa pembangunan Masjid Raya Pakansari merupakan bagian dari konsep besar pembentukan Pusat Layanan Haji dan Umrah Kabupaten Bogor.
Menurutnya, yang dibangun saat ini bukan hanya rumah ibadah, melainkan ekosistem layanan keagamaan yang lengkap.
“Banyak yang bertanya kapan masjidnya jadi? Tapi sejatinya yang kita bangun hari ini bukan sekadar masjid, melainkan ekosistem pusat pelayanan haji dan umrah,” ungkap Rudy.
Rudy menjelaskan, Indonesia merupakan negara dengan kuota haji terbesar ketiga di dunia setelah Pakistan dan Bangladesh.
Dari total kuota nasional tersebut, Provinsi Jawa Barat menjadi penyumbang terbanyak, dan Kabupaten Bogor tercatat memiliki jumlah jamaah haji terbesar di provinsi itu.
Melihat potensi tersebut, Sastra Winara meyakini bahwa kehadiran Pusat Layanan Haji dan Umrah Bogor akan memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi jamaah asal Bogor.
“Masyarakat tak perlu lagi jauh-jauh mengurus administrasi dan pembinaan haji ke daerah lain. Semua bisa dilakukan di Kabupaten Bogor, mulai dari pendaftaran, pelatihan, hingga layanan pasca-keberangkatan,” jelasnya.
Ia berharap seluruh pihak dapat bersinergi untuk mendukung kelancaran pembangunan proyek keagamaan strategis tersebut.
“Pembangunan ini adalah bagian dari perjalanan spiritual masyarakat Bogor. Mari kita kawal bersama agar benar-benar menjadi kebanggaan umat dan ikon pelayanan keagamaan di Jawa Barat,” tutup Sastra Winara.***
Tags: Bupati Rudy Susmanto, DPRD Kabupaten Bogor, Masjid Raya Pakansari, pelayanan haji Jawa Barat, Sastra Winara, usat Layanan Haji dan Umrah Bogor
Baca Juga
-
Headline.Lifestyle
Serunya Ngabuburit di Cibinong, Bogor: Wisata Taman Hingga Stadion Pakansari
-
Berita.Headline
Pemkab Bogor Perkuat Sinergi dengan Kejari Cibinong di Awal Tahun 2025
-
Headline.wisata
Libur Sekolah Bikin Tambah Seru, ini Tempat Wisata Edukatif dan Rekreasi Berkualitas di Bogor
-
Berita.Headline.olahraga
Dukungan Penuh Ketua DPRD Rudy Susmanto untuk SOIna Kabupaten Bogor: Setara dengan KONI KORMI dan NPCI
-
Berita.Berita Pilihan.Headline.olahraga
Kunjungan Spontan Ketua DPRD Rudy Susmanto Menggugah Semangat Atlet Disabilitas di Asrama SOD NPCI Kabupaten Bogor
-
Berita.Headline
Rakor Nasional: Pemerintah Wanti-wanti Potensi Bencana, Bogor Perketat Kesiapsiagaan
Rekomendasi lainnya
-
Berita.Headline
Pj Bupati Bogor Targetkan 30 Desa Mandiri di Tahun 2025
-
Berita.Headline
Korpri Kabupaten Bogor Kukuhkan Pengurus Baru, ASN Diminta Percepat Kinerja Pembangunan Daerah
-
Berita.Headline.olahraga
Antusiasme Membludak, 300 Peserta Siap Berlaga di BKF Championship 2024
-
Berita.Headline.olahraga
Motivasi Baru Atlet Dancesport Bogor: Lima Bintang Terima Insentif Khusus dari KONI
-
Berita.Headline
Pemkab Bogor Gelar Konsultasi Publik Kajian Lingkungan Hidup Strategis RDTR Cibinong Timur
-
Berita.Headline
Lancarkan Wisata Akhir Pekan: Penerapan Sistem Ganjil Genap di Puncak Bogor






















