Jabar–Bogor Teken MoU, Pengolahan Sampah Jadi Listrik Dikebut

Subang | DetakBogor.Com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten dan Kota Bogor resmi menandatangani MoU pengolahan sampah di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Rabu (3/12/25).

Kerja sama strategis ini menjadi langkah percepatan pengolahan sampah menjadi energi listrik sebagai solusi permanen permasalahan persampahan di wilayah perkotaan.

Penandatanganan MoU pengolahan sampah tersebut melibatkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Bogor Rudy Susmanto, dan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim.

Pemerintah daerah menilai kolaborasi ini penting untuk menjawab peningkatan volume sampah seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas urban.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan bahwa MoU pengolahan sampah ini merupakan komitmen nyata tiga daerah dalam membaca tantangan lingkungan dan energi masa depan.

BACA JUGA:  36 Siswa Jadi Korban Runtuhnya Atap SMKN 1 Cileungsi, Begini Respons Bupati Bogor Rudy Susmanto

Menurutnya, kerja sama lintas wilayah menjadi kebutuhan agar solusi pengelolaan sampah dapat berkelanjutan.

“Semoga langkah ini menjadi ikhtiar terbaik bagi lingkungan serta masa depan yang bersih, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujar Rudy.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan bahwa penanganan sampah tidak dapat dilakukan secara parsial.

Ia menilai kolaborasi antarwilayah sebagai kunci dalam mewujudkan sistem pengolahan sampah terpadu yang memberi manfaat jangka panjang, terutama dalam mendukung ketahanan energi daerah.

Pemprov Jabar menargetkan percepatan implementasi teknologi ramah lingkungan yang mampu mengubah sampah menjadi energi listrik.

Selain menjaga kelestarian lingkungan, model ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya.

BACA JUGA:  Penanganan Banjir Bogor Dipercepat, Bupati Rudy Susmanto Fokus Normalisasi dan Penghijauan

Sekda Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menambahkan bahwa MoU pengolahan sampah ini dapat mengurangi beban TPA secara signifikan sekaligus memperkuat ketahanan energi.

“Kerja sama ini membuka peluang percepatan pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan. Tidak hanya meningkatkan efisiensi penanganan sampah, tetapi juga berkontribusi pada ketersediaan energi berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.***

Tags: , , , , ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya