Panen Raya Jagung Kabupaten Bogor Digelar Serentak, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

CIGOMBONG | DetaBogor.Com – Panen Raya Jagung Kabupaten Bogor digelar serentak pada Kuartal I Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kegiatan ini berlangsung di Desa Tugujaya, Kecamatan Cigombong, Kamis (8/1/2026), dan dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Bogor, Entis Sutisna, mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto.

Panen Raya Jagung Kabupaten Bogor merupakan bagian dari agenda nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dan terhubung secara virtual melalui Zoom.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), didampingi Ketua Komisi IV DPR RI, Menteri Pertanian, serta Direktur Utama Perum Bulog, sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan.

Dalam kesempatan tersebut, Entis Sutisna menjelaskan bahwa Panen Raya Jagung Kabupaten Bogor di Kecamatan Cigombong mencakup lahan sekitar 4.000 meter persegi.

BACA JUGA:  Pemkab Bogor dan BP2MI Tandatangani Nota Kerjasama Perlindungan Pekerja Migran

Ia juga memaparkan capaian produksi jagung Kabupaten Bogor sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan tren positif.

“Pada tahun 2025, luas tanam jagung di Kabupaten Bogor mencapai sekitar 300 hektare. Dari jumlah tersebut, realisasi panen mencapai 171 hektare dengan total produksi sekitar 996 ton,” ujar Entis.

Sementara itu, Kabag SDM Polres Bogor, Yudi, menyampaikan bahwa panen jagung serentak kali ini mencakup total luasan sekitar 5,5 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Jasinga, Rumpin, Sukamakmur, Tenjo, dan wilayah lainnya di Kabupaten Bogor.

“Estimasi hasil panen hari ini minimal mencapai 30 ton. Karena waktu tanam di tiap wilayah berbeda, maka masa panennya juga tidak serentak,” jelas Yudi.

Yudi menambahkan, pada tahun 2025 capaian penanaman jagung di Kabupaten Bogor telah mencapai sekitar 60 persen.

BACA JUGA:  Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara Dukung Penuh Ketahanan Pangan Nasional

Khusus Kuartal IV 2025, penanaman jagung dilakukan di lahan seluas 105 hektare, terutama pada Oktober dan November.

Memasuki tahun 2026, penanaman jagung akan terus dilanjutkan dengan sistem tanam ulang pascapanen untuk menjaga keberlanjutan produksi.

Lahan yang telah dipanen akan segera diolah kembali dan ditanami ulang agar produktivitas tetap optimal.

Menurut Yudi, keberhasilan program ini tidak terlepas dari kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bogor, dinas terkait, kepolisian, serta kelompok tani dalam penyediaan bibit dan pengelolaan lahan.

“Meski Kabupaten Bogor bukan daerah sentra jagung, kami berharap produksi jagung dapat terus meningkat dan menjadi komoditas alternatif selain padi bagi petani,” pungkasnya.

Melalui Panen Raya Jagung Kabupaten Bogor ini, pemerintah daerah bersama jajaran Polri dan para pemangku kepentingan menegaskan komitmen bersama untuk mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Bogor.***

Tags: , , , ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya