Gerakan Pangan Murah Kabupaten Bogor Diserbu 750 Warga, 5,5 Ton Beras Ludes

CIBINONG | Detak Bogor – Gerakan Pangan Murah Kabupaten Bogor kembali menjadi magnet warga. Sedikitnya 750 warga memadati area sekitar Masjid Nurul Wathon, Cibinong, Kamis (26/2), untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Program Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan ini difokuskan untuk menekan lonjakan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Gerakan Pangan Murah Kabupaten Bogor digelar sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan.

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Sutriana, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan arahan langsung Bupati Bogor agar masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.

Menurut Sutriana, Gerakan Pangan Murah Kabupaten Bogor bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah.

“Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok yang murah dan berkualitas, sekaligus sebagai upaya pengendalian inflasi,” ujarnya.

BACA JUGA:  19 Atlet FAJI Kabupaten Bogor Siap Gempur BK Porprov Jabar 2025 di Cisadane

Pada 2026, Dinas Ketahanan Pangan menargetkan pelaksanaan GPM Istimewa sebanyak 50 kali.

Hingga akhir Februari, kegiatan tersebut telah digelar sekitar tujuh kali. Tak hanya di tingkat kabupaten, masing-masing kecamatan juga ditargetkan mengadakan 11 kali GPM dalam setahun.

Jika diakumulasi, total kegiatan diperkirakan mencapai 490 hingga 500 kali di seluruh wilayah Kabupaten Bogor sepanjang tahun ini.

Momentum pelaksanaan GPM difokuskan menjelang HBKN seperti Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha, hingga Natal dan Tahun Baru.

Pasalnya, pada periode tersebut harga kebutuhan pokok cenderung mengalami kenaikan signifikan akibat tingginya permintaan pasar.

Dalam GPM kali ini, pemerintah menyediakan stok dalam jumlah besar. Di antaranya beras 5,5 ton, daging ayam 100 kilogram, daging sapi 100 kilogram, minyak goreng 1.000 liter, telur 700 kilogram, gula 1.000 kilogram, cabai 80 kilogram, serta bawang 80 kilogram.

Seluruh komoditas dijual lebih murah dibanding harga pasar berkat subsidi dan fasilitas distribusi dari Pemkab Bogor, dengan potongan harga sekitar Rp4.000 per kilogram untuk komoditas tertentu.

BACA JUGA:  Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Bogor Tertinggi Kedua di Jabar, LEKAS Gencarkan Sosialisasi

Sistem penjualan dilakukan tanpa paket. Warga bebas memilih komoditas sesuai kebutuhan, dengan pembatasan jumlah pembelian untuk memastikan pemerataan. Untuk beberapa produk, pembelian dibatasi maksimal dua kemasan per orang.

Antusiasme warga terlihat dari antrean panjang sejak pagi hari. Salah satu warga, Eka, mengaku sangat terbantu dengan program tersebut.

Ia menilai harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan di supermarket maupun pasar tradisional.

“Terima kasih Pak Bupati Bogor, program ini benar-benar membantu kami, khususnya ibu-ibu rumah tangga,” ungkapnya.

Eka berharap kegiatan serupa bisa digelar lebih rutin setiap bulan dengan jumlah stok yang ditambah serta cakupan wilayah yang diperluas. Tingginya minat masyarakat, menurutnya, membuat sejumlah komoditas cepat habis.

Pemkab Bogor berencana kembali menggelar GPM Istimewa sebanyak lima hingga tujuh kali menjelang Idul Fitri, menyesuaikan ketersediaan anggaran. Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan gejolak harga pangan di Kabupaten Bogor.***

Tags: , , , ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya