CIBINONG | Detak Bogor — Gerakan ASRI menjadi alarm nasional bagi daerah untuk mempercepat penanganan sampah dari hulu hingga hilir.
Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan komitmen bersama memperkuat pengelolaan sampah sebagai respons atas ancaman krisis tempat pembuangan akhir (TPA) yang diproyeksikan terjadi dalam beberapa tahun ke depan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan Gerakan ASRI telah memiliki payung hukum kuat melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.
Ia menyebut arahan Presiden menuntut seluruh unsur pemerintahan, mulai dari pusat hingga daerah, bergerak aktif memberi teladan dalam pengelolaan sampah.
“Presiden mewanti-wanti seluruh elemen harus bergerak. Mulai dari pimpinan TNI–Polri, bupati, gubernur hingga jajaran pemerintahan diminta memberi contoh nyata kepada masyarakat,” ujar Hanif saat menghadiri kegiatan Car Free Day di Cibinong, Ahad (15/2/2026).
Hanif mengungkapkan, usia rata-rata TPA di Indonesia kini telah mencapai 17 tahun. Jika tidak ada percepatan kebijakan, hampir seluruh TPA diperkirakan mengalami kelebihan kapasitas pada 2028.
Karena itu, penanganan sampah harus dimulai dari sumber dengan mendorong perubahan perilaku masyarakat serta memperkuat tata kelola sesuai regulasi nasional.
Dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pemerintah menargetkan persoalan sampah nasional dapat dituntaskan pada 2029.
Kabupaten Bogor dengan populasi sekitar 6 juta jiwa dinilai memiliki tantangan besar terhadap timbulan sampah harian, namun pemerintah pusat optimistis pengelolaan dapat dilakukan secara komprehensif.
Bupati Bogor menegaskan daerahnya memiliki posisi strategis sebagai hulu sejumlah sungai besar, termasuk Sungai Ciliwung yang berdampak langsung pada wilayah hilir.
Karena itu, percepatan penanganan sampah dinilai bukan hanya kepentingan lokal, tetapi juga regional.
“Dengan dukungan pemerintah pusat, TNI–Polri, dan seluruh elemen masyarakat, kami siap mempercepat penanganan sampah terpadu dari hulu hingga hilir untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia menambahkan, menjaga kawasan hulu sungai di Bogor merupakan tanggung jawab bersama demi keberlangsungan ekosistem, tidak hanya untuk masyarakat Bogor tetapi juga bagi wilayah Jawa Barat secara luas.***
Tags: Gerakan ASRI, krisis TPA 2028, penanganan sampah Bogor, Pengelolaan Sampah Nasional, Rudy Susmanto
Baca Juga
-
Berita.Headline
Harlah Syababul Kheir: Pesan Khusus Rudy Susmanto untuk Bogor
-
Berita.Headline
Rudy Susmanto Hadiri Silaturahmi Kepala Daerah se-Jawa Barat di Gedung Sate, Perkuat Sinergi Pembangunan
-
Berita.Headline
Bogor Media Siber Network Resmi Dideklarasikan, 40 Media Online Bersatu Perangi Hoaks dan Dukung Pembangunan Daerah
-
Berita.Headline
Terkait Penataan PKL, Sastra Winara Tekankan Pendekatan Humanis dan Solusi Relokasi
-
Berita.Headline.olahraga
1.243 Atlet Bersaing di Kejuaraan Panahan Piala Kementerian Kebudayaan 2025 di Sentul
-
Berita.Headline.olahraga
Pertina Kabupaten Bogor Siapkan Strategi Pertahankan Tradisi Emas di Porprov Jabar 2026
Rekomendasi lainnya
-
Berita.Headline
Pj Bupati Bogor Percepat Pembangunan SMPN 2 Rancabungur: Sekolah Baru Siap Berdiri 2025
-
Berita.Headline.wisata
Libur Idul Fitri, Pantai Karang Putih Cukuhbalak Diserbu Wisatawan
-
Headline.hiburan
Zodiak Keren Lagi Hoki Hari ini Gemini dan Leo di Puncak!
-
Berita.Headline
Latih Tanding SOD Bogor dan SKODI Kemenpora Perkuat Pembinaan Atlet Disabilitas
-
Berita.Headline
Aster Panglima TNI Gelar Bimtek Ketahanan Pangan 2025 di Bogor
-
Berita.Headline
Bupati Bogor Turun Sungai, 220 Kilogram Ikan Sapu-Sapu Ditangkap di Situ Citatah






















