Dedi Mulyadi Tak Setuju Kabupaten Bogor Barat dan Bogor Timur

DETAKBOGOR.COM – Wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Kabupaten Bogor terus bergulir.

Namun, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan ketidaksetujuannya terhadap penamaan DOB dengan istilah Bogor Barat dan Bogor Timur.

“Saya tidak setuju kalimatnya Bogor Barat dan Bogor Timur,” ujar Dedi dalam sebuah pernyataan saat berbincang bersama Bupati Bogor, Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Jaro Ade yang diunggah dalam akun YouTube Dedi Mulyadi beberapa pekan lalu.

Menurutnya, kedua nama tersebut tidak mencerminkan identitas budaya dan sejarah daerah yang akan dimekarkan.

Dedi mengusulkan agar DOB diberi nama sesuai dengan karakter wilayahnya.

BACA JUGA:  Cawabup Jaro Ade Sapa Warga Ciburuy, Janji Perbaiki Infrastruktur dan Dorong UMKM

Ia mencontohkan Kabupaten Bogor Barat lebih tepat disebut sebagai Kabupaten Jasinga misalnya, sementara Bogor Timur dapat dinamai Kabupaten Jonggol atau Kabupaten Sanggabuana.

Nama terakhir diambil dari Gunung Sanggabuana, yang memiliki nilai historis dan geografis bagi masyarakat setempat.

“Ini penting, dua pemimpin ini kan ngerti kebudayaan,” lanjutnya, menekankan bahwa pemimpin daerah harus memiliki pemahaman mendalam tentang budaya lokal dalam menentukan nama wilayah.

Penolakan terhadap nama Bogor Barat dan Bogor Timur didasari oleh alasan identitas.

Dedi menilai nama-nama tersebut terlalu generik dan tidak memberikan ciri khas yang kuat bagi daerah yang ingin berdiri sendiri.

BACA JUGA:  Safari Politik Rudy Susmanto: Nasdem Bogor Buka Peluang Koalisi Tanpa Mahar dengan Gerindra

Penamaan DOB ini menjadi perhatian publik, terutama di tengah harapan warga atas percepatan pemekaran Kabupaten Bogor.

Dengan semakin menguatnya wacana pemekaran Bogor Barat dan Bogor Timur ini, pilihan nama untuk DOB bukan sekadar label administratif, tetapi juga simbol bagi sejarah dan masa depan masyarakat di wilayah tersebut.***

Tags: , , , , ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya