516 KM Jalan Kabupaten Bogor Tuntas, Rudy Susmanto Genjot Ekonomi hingga Pelosok

CIBINONG | Detak Bogor – 516 KM Jalan Kabupaten Bogor berhasil dituntaskan dalam satu tahun pertama kepemimpinan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menjadi catatan signifikan percepatan pembangunan infrastruktur daerah.

Capaian 516,83 kilometer pembangunan dan peningkatan jalan ini disebut sebagai fondasi utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

Program 516 KM Jalan Kabupaten Bogor tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga dirancang untuk memperkuat konektivitas antar wilayah.

Di bagian barat Kabupaten Bogor, pembangunan dan peningkatan ruas jalan terus digencarkan, terutama di wilayah Parung Panjang, Rumpin, Cigudeg, Nanggung, hingga Gunung Sindur.

Kawasan ini selama ini menjadi sentra pertanian, pertambangan rakyat, serta permukiman yang berkembang pesat dan membutuhkan akses infrastruktur memadai.

Sementara itu, di wilayah timur, program 516 KM Jalan Kabupaten Bogor juga berjalan simultan untuk mendukung konektivitas antar kecamatan dan memperlancar mobilitas masyarakat.

Pemerataan pembangunan ini menjadi bukti bahwa infrastruktur tidak lagi terpusat di satu kawasan, melainkan menjangkau berbagai penjuru daerah secara berimbang.

BACA JUGA:  Seleknas Tenis KU-14 Digelar di Pakansari, PP Pelti Bidik Tim Terbaik Menuju WJTC 2026

Sejumlah ruas strategis yang telah dituntaskan di antaranya Jalan Sukamakmur–Arca yang menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur, Jalan Puncak Dua Sukawangi, Jalan Lingkar Singajaya–Cibodas, Jalan Cibucil Sukamaju, serta Jalan Poj Perum Asabri di Kecamatan Jonggol.

Selain itu, peningkatan juga dilakukan pada Jalan Tambang, Jalan Malasari (Nanggung), Jalan Lebak, dan Jalan Sukamakmur yang menjadi akses vital distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi warga.

Tak hanya jalan, Pemkab Bogor juga membangun drainase Jonggol–Sukamakmur, merealisasikan pembangunan Jembatan Ciranjaya di Tanjungsari, serta merekonstruksi Jalan Weninggalih–Balekambang di Kecamatan Jonggol.

Secara keseluruhan, sebanyak 499 meter jembatan penghubung berhasil dituntaskan, memperkuat mobilitas masyarakat dan arus distribusi barang.

Infrastruktur pendukung lainnya juga menjadi perhatian. Sekitar 20 kilometer drainase dibangun untuk mengurangi potensi genangan dan banjir di sejumlah titik strategis.

Pemerintah daerah juga memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi bagi 2.631 rumah di 59 desa yang tersebar di 25 kecamatan.

Melalui program Satu Miliar Satu Desa, pembangunan jalan desa turut dipercepat agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat hingga tingkat paling bawah.

BACA JUGA:  Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan, Pemkab Bogor Siapkan Sistem Baru untuk TPA Galuga

Pemerintah juga mengklaim responsif terhadap aduan warga, dengan memperbaiki berbagai ruas jalan lingkungan dan jalan penghubung desa yang sebelumnya rusak.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan investasi jangka panjang.

Menurutnya, jalan yang baik akan menurunkan biaya logistik, mempercepat arus perdagangan, serta membuka peluang lahirnya pusat-pusat ekonomi baru di berbagai wilayah.

“Pembangunan harus dirasakan merata. Di barat ada jalan dibangun, di timur ada peningkatan jalan. Jalan desa kita dorong melalui program Satu Miliar Satu Desa, dan setiap aduan masyarakat kita respons dengan perbaikan nyata. Jalan yang baik mempercepat pergerakan ekonomi, jembatan menghubungkan harapan, dan drainase menjaga keberlanjutan lingkungan,” tegasnya.

Dengan realisasi 516 KM Jalan Kabupaten Bogor dalam satu tahun, Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan komitmen menjaga ritme pembangunan, memastikan kualitas konstruksi, serta memperluas dampak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Infrastruktur yang masif ini menjadi pijakan kuat bagi Kabupaten Bogor untuk tumbuh lebih cepat, merata, dan semakin kompetitif di tingkat regional maupun nasional.***

Tags: , , , ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya