DetakBogor.Com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan persoalan truk tambang di Kecamatan Parung Panjang.
Hal itu disampaikan Rudy Susmanto dalam rapat lintas daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor serta Pemerintah Kabupaten Tangerang, Jumat (19/9/2025).
Rudy Susmanto menyebut, meski baru tujuh bulan menjabat, masalah jalur tambang yang sudah berlangsung sejak 1974 harus segera dituntaskan.
“Keselamatan dan kepentingan masyarakat adalah yang utama. Mari kita duduk bersama dan menjadikan kepentingan rakyat sebagai prioritas bersama,” tegas Rudy.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Bogor menyiapkan ratusan miliar rupiah dari APBD 2025 untuk memperbaiki infrastruktur di Parung Panjang, Rumpin, dan wilayah terdampak lainnya.
Jalan khusus tambang akan dibangun tanpa pungutan biaya, sepenuhnya menggunakan APBD, dengan target rampung bertahap hingga 2027.
Meski izin tambang berada di kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Rudy menegaskan Pemkab Bogor tetap bertanggung jawab melindungi warganya.
“Kami tidak banyak bicara, yang penting masyarakat aman, usaha tetap jalan, dan ekonomi masyarakat bergerak,” ujarnya.
Pemkab Tangerang Siapkan Jalur 13 Km
Sekda Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menjelaskan rencana pembangunan jalur khusus angkutan tambang sepanjang 11,5–13,5 kilometer.
Jalur ini akan terkoneksi dengan jalan provinsi dan akses tol untuk mengurangi beban lalu lintas.
“Tahun 2025 dimulai perbaikan jalan provinsi sepanjang 66 km oleh Pemprov Jawa Barat, sementara Kabupaten Bogor menggarap 16 ruas prioritas dengan anggaran Rp104 miliar,” jelas Soma.
Aturan Jam Operasional Truk Tambang
Untuk solusi jangka pendek, pemerintah memberlakukan aturan jam operasional. Truk berisi hanya boleh melintas pukul 22.00–05.00 WIB, sedangkan truk kosong diizinkan pukul 09.00–11.00 WIB dan 15.00–16.00 WIB.
Kesepakatan ini disusun melalui dialog antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku transportasi tambang agar aktivitas warga tidak terganggu.
“Prinsipnya, pembangunan harus seiring dengan kebutuhan masyarakat,” tambah Soma.
Kolaborasi Lintas Daerah
Rapat ini juga dihadiri Forkopimda Kabupaten Bogor, Sekda Kabupaten Bogor, Kadishub Kabupaten Tangerang, camat, organisasi kepemudaan, serta perwakilan transporter.
Upaya lintas daerah ini diharapkan menjadi jawaban atas keluhan masyarakat Parung Panjang yang selama puluhan tahun terdampak aktivitas tambang.
Dengan jalur khusus dan aturan ketat, pemerintah optimis keselamatan warga tetap terjaga, sementara roda ekonomi tetap bergerak.***
Tags: Bupati Bogor Rudy Susmanto, Jalur Khusus Tambang, Pemkab Tangerang, solusi truk tambang, truk tambang Parung Panjang
Baca Juga
-
Berita.Headline.politik
Tim Hukum dan Advokasi PKS Nilai Golkar Tidak Serius Ajukan Gugatan di MK
-
Berita.Headline.olahraga
Bogor Hornbills Resmi Diluncurkan, Pemkab Bogor Siap Bangkitkan Semangat Basket di Daerah
-
Berita.Headline
Refleksi Akhir Tahun Pemkot Bogor 2025: Transportasi, Sampah, dan PAD Jadi Evaluasi
-
Berita.Headline.olahraga
PSSI Kabupaten Bogor Tuntaskan Bogor Junior League 2025, Cetak Talenta Muda Sepak Bola Usia Dini
-
Headline.Lifestyle
Tempat Nongkrong dengan Kuliner dan Pemandangan Alam Terindah di Bogor
-
Berita.Headline
Ketua DPRD Sastra Winara Hadiri Pisah Sambut Dandim 0621, Tegaskan Sinergi TNI–Pemda
Rekomendasi lainnya
-
Berita.Headline
Di Balik Ramainya CFD Tegar Beriman, TRC Persampahan DLH Bergerak Sigap Jaga Kebersihan
-
Berita.Headline
Gerakan Pangan Murah Kabupaten Bogor Diserbu 750 Warga, 5,5 Ton Beras Ludes
-
Berita.bisnis.Headline
Perumda Tirta Kahuripan Gelar Survei Kepuasan Pelanggan 2025, Dorong Peningkatan Layanan Air Minum
-
Berita.Headline
Diskominfo Audit Belanja TIK, Bongkar Sistem Informasi Tumpang Tindih
-
Berita.Headline.politik
Reses DPRD Kabupaten Bogor Dapil V, Sastra Winara: Pembangunan RKB SMPN 1 Sukajaya Jadi Prioritas Tahun Ini
-
Berita.Headline
Rudy Susmanto Ajak Bank BJB Perkuat Kemitraan Membangun Kabupaten Bogor






















