Invitasi Ortrad Jabar 2026 Digelar di Bogor, Dispora Pastikan Venue Siap Total

Cibinong| Detak Bogor – Invitasi Ortrad Jabar 2026 jenjang SD dipastikan berlangsung di Kabupaten Bogor pada Oktober mendatang.

Penunjukan ini menjadi momentum penting bagi Bogor sebagai pusat pelestarian olahraga tradisional di Jawa Barat, sekaligus memperkuat citra daerah sebagai tuan rumah event olahraga pelajar berskala provinsi.

Invitasi Ortrad Jabar 2026 di Kabupaten Bogor disambut positif oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Bogor, Asnan AP.

Ia menegaskan kesiapan daerahnya dalam menyambut ribuan peserta dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Barat yang akan ambil bagian dalam ajang olahraga tradisional tersebut.

Menurut Asnan, Invitasi Ortrad Jabar 2026 didukung fasilitas yang sangat memadai.

BACA JUGA:  Sekda Bogor Sidak Bapenda dan Disdukcapil, Dorong Peningkatan Skor Integritas KPK

Kabupaten Bogor bahkan telah memiliki gelanggang khusus olahraga tradisional dan rekreasi (T-Rek) di kawasan Pakansari Sport Center.

Keberadaan venue ini dinilai menjadi keunggulan tersendiri karena dirancang untuk menunjang pengembangan olahraga tradisional secara berkelanjutan.

“Aspek sarana dan venue pada prinsipnya sudah sangat siap. Kabupaten Bogor punya fasilitas lengkap untuk menggelar invitasi olahraga tradisional tingkat Jawa Barat,” ujar Asnan.

Ia juga mengapresiasi konsistensi Dispora Jawa Barat dalam menjaga eksistensi olahraga tradisional sebagai warisan budaya leluhur bangsa.

Menurutnya, event semacam ini bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari upaya edukasi generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai budaya lokal.

BACA JUGA:  Portal Aidara Diluncurkan, Dispora Kabupaten Bogor Perkuat Tata Kelola Data Atlet

Sebelum pelaksanaan tingkat provinsi, Dispora Kabupaten Bogor akan lebih dulu menggelar event seleksi di tingkat daerah. Ajang tersebut menjadi sarana penjaringan atlet terbaik yang akan mewakili Kabupaten Bogor pada invitasi ortrad Oktober 2026.

Asnan berharap ke depan invitasi olahraga tradisional tidak hanya menyasar pelajar SD. Ia mendorong agar kompetisi serupa juga diperluas untuk jenjang SMP dan SMA se-Jawa Barat sebagai langkah konkret pelestarian budaya melalui dunia pendidikan.***

Tags: , , , ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya