BWF Rankings 2026: Atlet NPCI Kabupaten Bogor Muhammad Al Imran Tembus Peringkat 2 Dunia

Cibinong| Detak Bogor – BWF Rankings 2026 kembali mencatat sejarah bagi dunia olahraga disabilitas Indonesia. Atlet para badminton binaan NPCI Kabupaten Bogor, Muhammad Al Imran, resmi menempati peringkat kedua dunia dalam daftar terbaru BWF Badminton Rankings per 17 Februari 2026 dengan total 54.005 poin.

Dalam pembaruan BWF Rankings 2026, Muhammad Al Imran hanya terpaut tipis dari atlet India, Kumar Nitesh, yang masih bertahan di posisi pertama dengan 55.778 poin. Sementara peringkat ketiga ditempati kompatriot Nitesh, Pramod Bhagat, dengan 53.150 poin.

Lonjakan posisi Muhammad Al Imran di BWF Rankings 2026 terbilang dramatis. Pada 10 Februari 2026, ia masih berada di peringkat kesembilan dunia dengan raihan 42.805 poin.

BACA JUGA:  Rudy Susmanto Pimpin Apel BBGRM ke-XXII, Dorong Semangat Gotong Royong Bangun Lingkungan Bersih dan Tertib

Namun, performa impresifnya dalam ajang Bahrain Para Badminton World Championship 2026 menjadi titik balik kariernya tahun ini.

Dalam semifinal turnamen yang berlangsung 8–14 Februari 2026 tersebut, Al Imran sukses menundukkan peringkat satu dunia Kumar Nitesh lewat pertarungan tiga gim dengan skor 12-21, 21-17, 21-11.

Kemenangan krusial itu mendongkrak poinnya secara signifikan hingga melesat ke posisi dua dunia.

Ketua NPCI Kabupaten Bogor, M Misbah, menyampaikan rasa bangga atas capaian atlet binaannya tersebut.

Menurutnya, pencapaian ini bukan hanya membanggakan Kabupaten Bogor, tetapi juga Indonesia di level internasional.

“Saya sangat optimistis Muhammad Al Imran dalam waktu yang tidak lama lagi akan menempati peringkat satu dunia dalam BWF Para Badminton Rankings,” ujar Misbah, Minggu (22/2/2026).

BACA JUGA:  Inovasi Pajak Daerah, BTAX 2.0 Siap Mendongkrak Pendapatan Kabupaten Bogor

Misbah juga berharap Al Imran dapat menjadi salah satu andalan Indonesia pada ajang Asian Paralympics 2026 serta Paralimpiade 2028 mendatang.

Dengan tren performa yang terus meningkat, peluang tersebut dinilai sangat terbuka.

Tak hanya itu, Al Imran disebut memiliki kans besar untuk terus menorehkan prestasi pada berbagai turnamen para badminton internasional lainnya.

Konsistensi, mental bertanding, dan keberanian menghadapi pemain papan atas dunia menjadi modal utama untuk mewujudkan ambisi menuju peringkat satu dunia.

Capaian ini sekaligus mempertegas bahwa pembinaan atlet disabilitas di Kabupaten Bogor mampu melahirkan talenta kelas dunia yang siap bersaing di panggung global.***

Tags: , , , ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya