Bupati Bogor Rudy Susmanto Monitoring TPA Galuga, Siapkan Strategi Penanganan Sampah 2026–2028

CIBINONG | Detak Bogor – Bupati Bogor Rudy Susmanto melakukan monitoring hasil pemeriksaan pengelolaan TPA Galuga bersama Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jakarta Raya, Senin (2/3/2026).

Pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Bupati Bogor itu membahas tindak lanjut rekomendasi pengawasan serta strategi penanganan sampah Kabupaten Bogor pada masa transisi 2026–2028, termasuk rencana pemulihan dan penghijauan lahan tempat pembuangan akhir tersebut.

Monitoring ini dilakukan sebagai respons atas hasil pemeriksaan Ombudsman terhadap tata kelola TPA Galuga.

Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan sistem pengelolaan sampah yang lebih sistematis, terpadu, serta sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, sekaligus menjawab tantangan volume sampah yang terus meningkat setiap tahun.

Rudy Susmanto menegaskan, isu pengelolaan sampah menjadi salah satu persoalan krusial yang harus ditangani secara serius dan terukur.

Ia memastikan seluruh rekomendasi hasil pemeriksaan akan ditindaklanjuti secara komprehensif.

BACA JUGA:  Resmikan SPPG Cibungbulang, Bupati Bogor Targetkan 700 Dapur MBG di Seluruh Wilayah

“Kami berkomitmen menindaklanjuti seluruh rekomendasi pemeriksaan secara menyeluruh, memperkuat sinergi lintas wilayah, serta memastikan pelaksanaannya akuntabel dan terukur,” ujar Rudy.

Dalam rapat tersebut, Pemkab Bogor memaparkan sejumlah langkah strategis penanganan sampah 2026–2028. Salah satunya adalah penerapan metode controlled landfill yang lebih ramah lingkungan.

Metode ini akan dibarengi dengan persiapan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Bogor.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan program pemulihan sekitar 40 hektare lahan TPA Galuga. Pemulihan dilakukan melalui penutupan tanah (soil cover), penanaman vegetasi, serta penggunaan geomembran pada lahan baru guna meminimalkan pencemaran lingkungan, termasuk potensi rembesan air lindi.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus memperpanjang usia operasional TPA Galuga.

BACA JUGA:  Menag RI Resmikan Masjid Agung Al-Ikhlas Podomoro, Titip Pesan Soal Kemakmuran dan Manajemen

Pemkab Bogor menilai, perbaikan tata kelola TPA menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan perlindungan kesehatan masyarakat.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya yang turut hadir dalam monitoring tersebut menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar pelayanan publik dan regulasi lingkungan.

Pengawasan, kata dia, bertujuan memastikan pelayanan publik, termasuk pengelolaan sampah, berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Rudy juga menegaskan pentingnya koordinasi lintas perangkat daerah dalam implementasi kebijakan penanganan sampah.

Menurutnya, keberhasilan strategi 2026–2028 sangat bergantung pada kolaborasi antardinas, dukungan pengawasan, serta partisipasi masyarakat.

“Pengelolaan sampah tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu kerja sama lintas sektor agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Dengan monitoring TPA Galuga dan penyusunan strategi penanganan sampah 2026–2028 ini, Pemkab Bogor berharap tata kelola persampahan semakin efektif, berkelanjutan, serta mampu menjawab tuntutan pelayanan publik yang lebih baik di Kabupaten Bogor.***

Tags: , , , , , , , ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya