JAKARTA | DetakBogor.Com — Rapat Tingkat Menteri bahas banjir Ciliwung digelar di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2026).
Rapat ini dihadiri Bupati Bogor Rudy Susmanto sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penanganan banjir dan longsor secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Rapat dipimpin Menteri Koordinator Bidang PMK Pratikno dan dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, serta perwakilan pemerintah daerah wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Pembahasan difokuskan pada penguatan sinergi pusat dan daerah dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung.
Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah langkah strategis, mulai dari pembangunan retensi air, rehabilitasi lingkungan melalui reboisasi, penguatan regulasi, mitigasi bencana, hingga penegakan hukum di kawasan hulu.
Wilayah Ciawi, Megamendung, dan Cisarua dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mengendalikan debit air menuju wilayah hilir.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, kolaborasi lintas wilayah menjadi kunci utama untuk menghadirkan solusi jangka panjang yang berkelanjutan.
“Penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Sinergi antarwilayah mutlak diperlukan agar upaya yang dilakukan benar-benar efektif dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Rudy Susmanto.
Sementara itu, Menko PMK Pratikno menekankan pentingnya penanganan banjir secara terintegrasi dan multisektor, khususnya di DAS Ciliwung yang membentang dari Kabupaten Bogor hingga DKI Jakarta.
“Pendekatan harus dimulai dari hulu, terintegrasi dari hulu sampai hilir, dan melibatkan berbagai sektor,” tegas Pratikno.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur yang tangguh, rehabilitasi lingkungan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penataan tata ruang berkelanjutan, serta penegakan hukum yang konsisten.
Seluruh langkah tersebut harus dilakukan secara kolaboratif lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk menekan risiko banjir dan longsor di masa mendatang.***
Tags: banjir Ciliwung, banjir Jabodetabek, Bupati Bogor Rudy Susmanto, DAS Ciliwung, pemulihan lahan hulu Ciliwung, penanganan banjir hulu hilir, rapat tingkat menteri
Baca Juga
-
Berita.Headline
Bupati Bogor Apresiasi Peresmian Dapur Bergizi Lanud ATS: Wujud Sinergi untuk Generasi Sehat dan Kuat
-
Berita.Headline
Pj Bupati Bogor: Musrenbang RPJPD Landasan Pembangunan Kabupaten Bogor 20 Tahun ke Depan
-
Berita.Headline.olahraga
PESONAS 2026 Kupang Jadi Target, SOIna Kabupaten Bogor Siapkan Atlet Lewat Bupati Bogor Cup
-
Berita.Headline
Pemkab Bogor dan BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Dampak Banjir
-
Berita.Headline
Pelantikan 120 Anggota Panwascam Kabupaten Bogor: Mewujudkan Pilkada yang Demokratis dan Berintegritas
-
Berita.Headline
Pemkab Bogor Gelar Simulasi Penanggulangan Bencana Alam Bersama Wapres RI
Rekomendasi lainnya
-
Berita.Headline
Tindak Lanjut Temuan BPK Rp6 M, Pj Bupati Bogor Ancam Pengusaha
-
Berita.Headline
Rudy Susmanto Hadiri Pisah Sambut Kapolda Jabar, Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi Keamanan
-
Berita.Headline.olahraga
KORMI Kabupaten Bogor Klarifikasi Balap Lari Dash Run Pakansari Jadi Ajang Taruhan
-
Berita.Headline
Bupati Bogor Dampingi Kapolda Jabar Pantau Arus Balik Lebaran di Jalur Puncak
-
Berita.Headline
Peringatan Maulid Nabi, Pemkab Bogor Tekankan Pentingnya Soliditas dan Keteladanan Rasulullah
-
Berita.Headline
Kabupaten Bogor Sukses Turunkan Angka Stunting, Program ini Jadi Kunci Keberhasilan






















